data-ad-format="auto"

Menungso tanpo ciri (Manusia tanpa tanda)












Dialog malam antara guru dan murid membela substansi yang ada pada manusia. Banyak dari kita masih masuk ke dalam zona kromodongso (fase manusia penuh dengan harapan), pada fase ini manusia masih mengejar duniawi, yang akan menghasilkan penderitaan (dalam hal ini freud mengemukakan setiap manusia "sakit") keingina, cita-cita akan memberikan tekanan kepada logika dan hati ketika semuanya berubah dari segala bayangan. 

Yang di maksut manusia tanpa ciri adalah mereka yang melepaskan semua atribut kemanusiaan (hedonisme dan kapitalisme), orang semacam ini sudah bisa menerima apapun yang di berikan oleh tuhan. Apakah pasrah, bukan... Bedany manusia tanpa tanda ini masih melakukan usaha-usaha, hasilnya seperti apaun akan di terima fengan lapang dada. Tidak ada kekecewaan tidak ada penderitaan. 

Saya pikir orang semacam ini seperti kaum sinis ang di plopori oleh antishenes di atena sekitar 400 sebelum masehi. Yang menekankan kebahagaian sejati tidak terdapat dala kelebihan lahiriyah seperti kemewahan materi, kekuasaan politik, atau kesehatan yang baik. 

Nyatanya orang-orang manusia tanpa tanda yang di gagas oleh ki ageng suryo Mentaram ini memiliki kesehatan yang relatif baik, dalam usia manula masih bisa merokok dengan santainya. Ini membuktikan pernyataan hippocrates di dalam jiwa yang sehat terdapat tubuh yang sehat pula. 

Pola pikir manusia tanpa tanda ini juga seperti filosof yang di gagas oleh Socrates "orang yang bijaksana adalah orang yang mengetahui dia tidak tahu" socrates sendiri berkata "hanya satu yang aku tahu, yaitu bahwa aku tidak tahu". 

Manusia tanpa tanda juga tidak pernah takut jika dimanfaatkan oleh orang lain. Di benci, di hujat dan sebagainya karena kebenaran berada pada dirinya, atas keyakinanya. Semua nilai positif dan negatif akan runtuh di hadapkan pada manusia tanpa tanda. Sepertinya mereka laku pada konsep etika Aristoteles yang menolak segala bentuk ketidak seimbangan. 

Dalam laku yang di jalani oleh manusia tanpa tanda juga mengilhami wawasan yang benar akan menuntun pada tindakan yang benar.

Jika menggunakan kaca mata maslow dari 11 kecenderungan aktualisasi diri. Manusia tanpa tanda ini memiliki kecenderungan menerimah sepenuhnya apa yang ada pada diri mereka, kesederhanaan dan kealamiahan perilaku, pengalaman puncak.



Madzhab semolowaru
Kndaru


0 wicara:

data-ad-format="auto"
 

ANDA PENGUNJUNG YANG KE

FORUM SAWO (SASTRA, SINEMA, IRAMA, WACANA & ORAL)

TRANSLATE